Dasar Tata Cahaya


sumber : http://www.anisdanar.com (ijin post)

Cahaya dan Pencahayaan

Shooting adalah melukis dengan cahaya. Unsur cahaya berarti sangat penting dalam pembuatan film maupun acara televisi.

Secara sederhana ada dua jenis sumber pecahayaan, yakni :

  1. Original Light (pencahayaan alami)

–        Matahari

–        Bulan

  1. Artificial Light (pencahayaan buatan/tiruan)

Cahaya merupakan gelombang elektromagnestis yang diterima oleh indera penglihat (mata) yang kemudian diteruskan ke otak yang akan merespon, menanggapi ransangan cahaya terebut. Sederhanya, tanpa cahaya maka benda tidak akan kelihatan. Atas dasar itulah, produksi film dan video memerlukan cahaya agar subyek bisa terlihat.

Definisi Tata Cahaya

Penyinaran yang harmonis dari suatu subyek dengan maksud

Untuk membuat gambar yang baik

 

Tujuan penataan cahaya :

  1. Mendapatkan atmosfir yang diinginkan dalam menunjukkan kesan
  2. Mendapatkan gambar yang sesuai dengan naskah rencana produksi
  3. Mempengaruhi emosi penonton
  4. Mendapatkan gambar yang sesuai warna aslinya.

Pencahayaan televisi memiliki fungsi-fungsi berikut :

  1. Memenuhi keperluan system peralatan teknik
  2. Memberikan perspektif
  3. Memberikan perhatian pada elemen yang penting dari adegan
  4. Menetapkan suasana pada adegan/menetapkan waktu kejadian
  5. Untuk mendukung keindahan dalam keseluruhan adegan.

Unsur Pencahayaan

–        Unsur Teknik

–        Unsur seni

–        Unsur philosophy (pragmatik)

Menyinari objek artinya memberikan pencahyaan agar objek atau subjek bisa terlihat jelas sesuai konsep film itu sendiri. Tidak semua bayangan itu diperlukan dan tidak semua bayangan tidak diperlukan. Dengan pencahayaan tetentu bayangan bisa dihilangkan, dikurangi,atau bahkan ditambah. Perlu tidaknya bayangan atau shadow, lagi-lagi sangat tergantung dari konsep shooting ittu sendiri.

Three Points of Light
Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light.

Key Light adalah penyinaran utama yang jatuh pada suatu subyek, menghasilkan bayangan kuat.

Fill Light ialah penyinaran untuk melunakkan bayangan yang dihasilkan key light. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.

Back Light penyinaran dari belakang subyek mengenai kepala dan bahu, membentuk garis tepi/rim dari subyek.

berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang.

Selain 3 poin pencahayaan tadi masih ada jenis pencahyaan lainnya, yakni Background Light dimaksudkan agar setting/panggung tetap bisa kelihatan dengan baik.

Mengukur Intensitas

Intensitas cahaya yang yang dihasilkan dari key light, fill light,serta backlight bisa diukur oleh sebuah alat yakni Lightmeter. Ada dua jenis alat ini yaitu Incident and Reflectant. Incident diperuntukkan untuk mengukur intensitas cahaya yang “jatuh” pada subjek. Sedangkan Reflectant dipergunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipantulkan oleh subyek.

Jenis-Jenis Lighting

  1. Hard Light , utk KeyLight, BackLight
  • Spot Light
  • Gun/follow spit
  • Profil Spot effect
  1. Soft Light,  utk Fill Light
  • Small Board
  • Large Board
  • Sky Pan
  • Flood Blank
  • Scope

Posisi Lampu dari Sumbu Kamera

Horisontal Vertikal
Key Light 30 – 45 derajat 30 – 45 derajat
Fill Light 5 – 30 derajat 30 derajat
Back Light -15 – 15 derajat 45 – 60 derajat

Bila kita mempunyai lampu yang sama, maka aturlah :

  • Jarak
  • Focus
  • Filter
  • Dimmer

Temperatur Warna

Temperatur Warna merupakan kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap sebuah obyek ketika cahaya itu mengenai obyek. Ukuran temperatur warna dinyatakan dalam satuan derajat Kelvin (K). Semakin besar ukuran derajat Kelvin, maka warna obyek semakin putih, kebalikkanya maka obyek akan terlihat semakin menguning.

Sumber cahaya yang lebih tinggi intensitas sinarnya mengandung warna biru, sumber cahaya yang intensitas sinarnya rendah lebih mengandung warna merah. Perbedaan warna cahaya ini tergantung pada suhu dan diukur dengan derajad Kelvin.

q    Cahaya lampu pijar (clear)                       à 3,200 ºK

q    Cahaya Matahari (jam 07.00)                  à 3,600 ºK

q    Cahaya Matahari (jam 10.00)                  à 4,200 ºK

q    Cahaya Matahari (jam 12.00 – 14.00)    à 5,000 ºK

Hampir semua bohlam pijar yang digunakan produksi TV, adalah

tungsten-halogen lamps (biasa disebut “quartz lamps”), besaran normalnya antara 500 – 2000 watt.

Kenapa dipakai bohlam pijar tungsten ini?

Karena lebih efisien dari pada bohlam ‘susu’ dan lebih awet tidak memudar termakan usia

ü    tungsten-halogen lamps   à indoor shooting

ü    daylight lamp                      à outdoor shooting

IndoorTungsten to OutdoorDaylight
Full CTB 3,200 ºK à 5,700 ºK
½ CTB 3,200 ºK à 4,300 ºK
¼ CTB 3,200 ºK à 3,200 ºK
1/8 CTB

FILTER LAMPU

CTB    : Color Temperatur Blue

CTO    : Color Temperatur Orange

ND      : Neutral Density à hitam grey

Kalkir  : mereduksi, fungsi diffuser.

  • HandLamp, biasa dipakai untuk video shoting
  • HMI Light, biasa dipakai untuk lokasi outdoor,

            Color  temperature-nya sama dengan cahaya matahari – 5,600 K

            saat terik matahari panas digunakan sebagai Key Light, HMI Light sangat

ideal sebagai Fill Light.

  • Camera Light, (HeadLamp)

Biasa utk liputan News (ENG) – electronic newsgathering. terpasang di camera, menggunakan battery . umumnya sama dengan daya battery camera 12 Volt.

di lokasi out-door, manakala cahaya matahari digunakan sebagai key light, penggunaan reflektor dapat dimanfaatkan sebagai fill light, posisinya 90 derajat dari sinar matahari dan dipantulkan ke area bayangan matahari yang mengenai obyek.

Sistim fasilitas cahaya studio :

  1. Grid (studio. Kecil)
  2. Sliding track (studio. Sedang)
  3. Batten (studio. Besar)
  • Lighting Plot :                      Lighting Plot (computer-based system)

Special Lighting Situation

  • Bounced Light
  • Using a Window Light as a Key
  • Lighting Multiple Subjects

Posted on 7 Februari 2013, in Materi SMK, Photografi, Sinematografi, Videografi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: