Teori Dasar Audio


Tutorial ini cocok untuk siapa pun yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang sound (audio), baik di bidang amatir maupun profesional.

Sumber : http://www.anisdanar.com

Pengertian Dasar Audio

Audio berarti “suara” atau “reproduksi suara”. Dalam ilmu fisika, suara adalah bentuk energi yang dikenal sebagai energi akustik. Secara khusus, mengacu pada rentang frekuensi yang dapat dideteksi oleh telinga manusia – sekitar 20Hz to 20kHz. Frekuensi 20Hz merupakan nada suara terendah (bassiest) yang kita bisa dengar, dan 20kHz merupakan nada tertinggi yang kita bisa dengar.

 

Lingkup kerja audio meliputi produksi, perekaman, manipulasi dan reproduksi gelombang suara. Untuk memahami audio Kita harus memiliki pemahaman tentang dua hal:

  1. Sound Waves: Apa arti sound waves, bagaimana terjadinya dan bagaimana kita dapat mendengarnya.
  2. Sound Equipment: Mengenai komponen-komponennya, cara kerjanya, bagaimana memilih peralatan yang benar dan cara penggunaannya.

Untungnya hal itu tidak terlalu sulit. Teori audio lebih sederhana daripada teori video.Catatan Teknis:

Lingkup Kerja Audio

Lingkup kerja audio sangatlah luas, dengan berbagai bidang spesialisasi. Mulai dari hanya sekedar hobby hingga profesional. Secara umum lingkup kerja audio meliputi:

  • Studio Sound Engineer
  • Live Sound Engineer
  • Musician
  • Music Producer
  • DJ
  • Teknisi Radio
  • Film/Television Sound Recordist
  • Field Sound Engineer
  • Audio Editor
  • Post-Production Audio

Selain itu, banyak profesi lain yang memerlukan tingkat kemahiran audio. Sebagai contoh, operator kamera video harus tahu tentang audio untuk dapat merekam suara berkualitas baik dengan kamera mereka.

Berbicara tentang pembuatan video, harus diakui pentingnya audio dalam film dan video. Kesalahan umum di kalangan amatir adalah hanya berkonsentrasi pada visi dan mengasumsikan bahwa selama bekerja mikrofon audio akan baik-baik saja. Namun, audio yang baik, membutuhkan keterampilan dan usaha.

Kebanyakan pekerjaan dalam produksi audio membutuhkan semacam keahlian khusus, apakah itu micing pada drum kit, atau menciptakan efek suara sintetis. Sebelum kita melangkah lebih lanjut untuk mempelajari tugas-tugas tertentu, Kita harus memastikan bahwa Kita memiliki lkitasan pengetahuan umum dalam prinsip-prinsip suara. Setelah Kita melakukan PR ini dengan baik, Kita akan ditempatkan untuk memulai spesialisasi.

Hal pertama yang harus kita kuasai adalah dasar teori gelombang suara (Sound Waves)…

Bagaimana Sound Waves Bekerja

Sebelum Kita mempelajari bagaimana peralatan sound bekerja, sangat penting untuk memahami kerja gelombang suara. Pengetahuan ini akan menjadi dasar dari segala sesuatu yang akan Kita lakukan di bidang audio.

Gelombang suara terjadi sebagai variasi tekanan dalam sebuah media, seperti udara. Ia tercipta dari bergetarnya sebuah benda, yang menyebabkan udara sekitarnya ikut bergetar. Udara yang bergetar kemudian diterima oleh telinga, menyebabkan gendang telinga manusia bergetar, kemudian otak menafsirkannya sebagai suara.

Gelombang suara berjalan melalui udara, sama seperti gelombang yang terjadi di air. Bahkan, gelombang air lebih mudah untuk dilihat dan dimengerti, hal ini sering digunakan sebagai analogi untuk menggambarkan bagaimana gelombang suara berperilaku.

Gelombang suara juga dapat ditampilkan dalam stkitar grafik XY. Hal ini memungkinkan kita untuk membayangkan dan bekerja dengan gelombang dari sudut pkitang matematika.

Perhatikan, bahwa suatu grafik gelombang berbentuk dua dimensi, tetapi di dunia nyata gelombang suara berbentuk tiga-dimensi. Grafik menunjukkan gelombang bergerak sepanjang jalan dari

kiri ke kanan, tapi kenyataannya perjalanan gelombang suara bergerak ke segala arah menjauhi sumber. Kira-kira sama seperti riak air yang terjadi ketika kita menjatuhkan sebuah batu ke dalam kolam. Namun model 2-dimensi ini, cukup dapat menjelaskan tentang bagaimana suara bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah : apa artinya ketika gelombang mencapai titik tertinggi atau titik rendah.

Pada sinyal elektronik, nilai tinggi menunjukkan tegangan positif yang tinggi. Ketika sinyal ini dikonversi menjadi gelombang suara, Kita dapat membayangkan nilai-nilai tinggi tersebut sebagai daerah yang mewakili peningkatan tekanan udara. Ketika gelombang menyentuh titik tertinggi, hal ini berhubungan dengan molekul udara yang menyebar bersama-sama secara padat. Ketika gelombang menyentuh titik rendah, molekul udara menyebar lebih tipis (renggang).

Sekarang ada satu hal penting: Semua pekerjaan audio adalah memanipulasi gelombang suara. Hasil akhir dari pekerjaan Kita adalah rangkaian tekanan tinggi dan tekanan rendah dari gelombang suara. Itulah mengapa sangat penting untuk memahami bagaimana suara bekerja – karena suara adalah “materi” seni Kita.

Bagian-bagian Gelombang Suara

Semua gelombang memiliki sifat-sifat tertentu. Ada tiga bagian yang paling penting untuk audio :

Panjang gelombang: Jarak antara titik manapun pada gelombang (pada gambar ditunjukkan sebagai titik tertinggi) dan titik setara pada fase berikutnya. Secara harfiah, panjang gelombang adalah jarak yang digambarkan dgn huruf “T”.

Amplitudo: atau kekuatan sinyal gelombang (intensity). Titik tertinggi dari gelombang bila dilihat pada grafik. Amplitudo tinggi biasa disebut sebagai volume yang lebih tinggi, diukur dalam dB. Nama perangkat untuk meningkatkan amplitudo disebut amplifier.

Frequency: Frekuensi waktu yang dibutuhkan oleh gelombang bergerak dari satu pase ke pase berikutnya dalam satu detik. Diukur dalam herz atau cycles per second. Semakin cepat sumber suara bergetar, semakin tinggi frekuensi.

Frekuensi yang lebih tinggi ditafsirkan sebagai pitch yang lebih tinggi. Sebagai contoh, ketika Kita menyanyi dengan suara bernada tinggi Kita memaksa pita suara Kita bergetar lebih cepat.

Sistem Suara (Sound System)

Bekerja dengan audio berarti bekerja dengan sistem suara (sound system). Tentu saja, sangat banyak sound system yang tersedia dengan aneka aplikasi yang berbeda, tergantung merk dan model. Namun, semua sound system elektronik memiliki satu konsep yang sama, yaitu : Untuk mengambil gelombang suara, mengkonversinya menjadi arus listrik dan memanipulasi mereka sesuai yang diinginkan, kemudian mengubahnya kembali menjadi gelombang suara.

Sebuah sistem suara sangat sederhana terdiri dari dua jenis komponen:

  • Transducer – Perangkat yang mengubah energi akustik menjadi energi elektrik atau sebaliknya. Dua jenis transduser yang sering kita gunakan adalah mikrofon(yang mengubah energi akustik menjadi energi listrik) dan speaker (yang mengubah energi listrik menjadi energi akustik).
  • Amplifier – Perangkat yang menerima sinyal dan meningkatkan kekuatannya (yakni meningkatkan amplitudo sinyal tersebut).
  1. Proses bermula dari sumber suara (seperti suara manusia, instrumen musik, dll), yang menciptakan gelombang suara (akustik energi).
  2. Gelombang ini dideteksi oleh transduser (mikrofon), yang merubahnya menjadi energi listrik.
  3. Sinyal listrik dari mikrofon sangat lemah, jadi harus diberikan penguatan.
  4. Loudspeaker mengubah sinyal listrik kembali ke gelombang suara, sehingga dapat didengar oleh telinga manusia.

Pada diagram sebuah sistem yang sedikit lebih rumit biasanya memiliki fungsi tambahan, yang meliputi:

  • Sinyal prosesor – perangkat dan software yang memungkinkan manipulasi sinyal. Prosesor yang paling umum adalah tone adjuster seperti kontrol nada bass dan treble.
  • Bagian Perekaman dan pemutaran – perangkat yang mengkonversi sinyal ke format penyimpanan tertentu untuk reproduksi lebih lanjut. Format perekam tersedia dalam berbagai bentuk, seperti pita magnetik, optik CD, hard drive komputer, dll.
  1. The audio signal from the transducer (microphone) is passed through one or more processing units, which prepare it for recording (or directly for amplification). Sinyal audio dari transduser (mikrofon) melewati satu atau lebih processing unit, yang kemudian menghasilkan out put untuk kemudian direkam (atau untuk di amplifikasi).
  2. Sinyal dihubungkan ke perangkat perekam untuk penyimpanan.
  3. Sinyal yang disimpan akan diputar kembali dan diolah lebih lanjut.
  4. Sinyal diperkuat dan dihubungkan kepada pengeras suara.

The 3-part audio model 3-bagian model audio

Salah satu cara sederhana untuk memvisualisasikan sistem audio adalah dengan membaginya menjadi tiga bagian: sumberprosesor dan output.

  • Sumber adalah tempat sinyal audio elektronik yang diterima. This could be a “live” source such as a microphone or electric musical instrument, or a “playback” source such as a tape deck, CD, etc. Bisa berasal dari sumber “live” seperti mikrofon atau alat musik elektrik, atau sumber “playback” seperti tape deck, CD, dll.
  • Bagian pengolahan adalah tempat di mana sinyal dimanipulasi. “Amplifiertermasuk ke dalam bagian ini. contoh : graphic equaliser , left/right stereo balance, and amplifiers.
  • Bagian output adalah tempat di mana sinyal diubah menjadi gelombang suara (oleh pengeras suara), sehingga dapat didengar oleh manusia. Output bisa berupa headphone atau loud speaker.

Sekarang bayangkan sound system yang digunakan untuk konser stadion dengan menggunakan daya multi-kilowatt. Walaupun ini merupakan sistem yang kompleks, pada dasarnya sama, terdiri dari tiga bagian: Sumber (mikrofon, instrumen, dll),prosesor dan speaker.

Berapapun besaran skala proyek, prinsip-prinsip dasar yang sama akan tetap berlaku

Posted on 7 Februari 2013, in Audiografi, Materi SMK. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: