Jangan Pandang Sebelah Mata


sebelah mata

Pengalaman ini terjadi ketika sekolah akan mengirimkan siswa dalam kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) se Kabupaten. Sebelum ada pengumuman tentang adanya LKS, saya telah melihat adanya potensi di salah seorang siswa dalam bidang lomba. Saya lihat kesungguhan dia dalam memahami materi sangat luar biasa. Hingga akhirnya ketika ada pengumuman tentang adanya LKS, saya langsung mendaftarkan siswa tersebut sebagai calon pesertanya.

Satu reaksi yang muncul dari guru yang lain adalah muncul pernyataan “Ah ngga mungkin dia bisa, di pelajaran saya kan dia………(menyebutkan kekurangan). Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa mereka menilai dari satu sudut pandang, tanpa mereka lihat dari sudut pandang yang lain. Kesan yang mereka dapatkan di ruang kelas mereka telah membutakan pintu harapan bagi siswa tersebut untuk sukses di bidang yang mereka sampaikan.

Walaupun dengan adanya reaksi tersebut, saya masih mempunyai keyakinan yang kuat bahwa siswa itu pasti bisa, terkait dengan pengamatan saya sebelumnya. Persiapan lomba pun saya maksimalkan. Saya bimbing dia untuk mempelajari lebih dalam lagi materi yang sudah dia tekuni sebelumnya untuk disesuaikan dengan materi lomba. Tak di sangka juga, ternyata perkembangannya sangat pesat, karena didukung semangat dan ketekunan, materi yang saya sampaikan sangat cepat dia pahami. Bahkan, tak jarang ada ilmu baru bagi saya yang didapatkan dari proses bimbingan tersebut. Kalau kejadiannya seperti itu, saya teringat ada suatu iklan produk di TV yang mempunyai tagline “Aku jangan mengalah kalau dia mau menang, kalau dia berhasil mengalahkanku, berarti aku menang”. Cocok sekali dengan keadaan yang waktu itu terjadi. Saya ingatkan pada dia juga suatu ungkapan yang saya dapatkan dari salah seorang guru saya pada waktu sekolah, “Lebih baik mandi keringat saat berlatih, daripada mandi darah saat berperang”. Artinya, kita harus memaksimalkan usaha kita terlebih dahulu, masalah hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT.

Waktu demi waktu berlalu, lomba pun dimulai. Saya terus memberikan motivasi dan semangat bahwa dia pasti bisa melewati lomba ini. Memberikan yang terbaik sebisa dia. Alhasil, ketenangan pun tersirat di wajahnya yang menandakan optimisme yang tinggi yang dia dapatkan. Hal itu muncul karena dia telah merasa mempersiapkan secara optimal untuk menghadapi lomba ini.

Saat lomba berlangsung, sempat terlihat ketegangan di wajahnya ketika ternyata dia melihat peserta yang lain datang dari sekolah yang besar. Hal itu saya siasati pada waktu istirahat dengan cara terus memberikan motivasi bahwa mereka juga sama seperti kita, ketika kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya, kita juga bisa sama dengan mereka.

Hal yang penting yang saya dapatkan dari kejadian ini adalah kita bertindak harus diawali dengan keyakinan. Keyakinan akan meningkatkan semangat di setiap apa yang kita dapatkan entah itu kejadian yang sesuai dengan keinginan kita ataupun hal yang mungkin sangat tidak kita harapkan. Apabila ada hal yang tidak berkenan maka dengan keyakinan, itu akan menjadi sebuah tantangan yang harus bisa kita selesaikan.

Keraguan yang muncul dari teman yang lain itu terjadi karena mereka tidak mempunyai keyakinan akan sesuatu yang saya lakukan. Hal itu juga mungkin wajar karena ada hal lain dari kelebihan siswa tersebut yang mereka belum ketahui. Walaupun akhirnya keraguan itu sirna setelah ternyata siswa yang bersangkutan sukses meraih prestasi dijajaran juara terbaik di ajang kompetensi tersebut.

Berdasarkan pengalaman tersebut bisa kita ambil hikmah betapa kita tidak boleh memandang sebelah mata pada diri siswa kita. Kita sudah sama-sama tahu bahwa dalam diri setiap siswa ada kekurangan dan kelebihan masing-masing yang mungkin tidak akan sama antara satu siswa dengan siswa yang lain. Ada siswa yang unggul di bidang akademik, sementara yang lainya unggul di non-akademik.

Mari kita raih semua siswa kita dan kita gali potensi diri mereka sehingga mereka akan menampilkan potensi unggulan mereka. Apapun yang menjadi kekurangan mereka, jangan sampai menutup harapannya untuk memunculkan petensi kelebihan mereka. Sebagai catatan, satu hal yang penting yang pasti ada di setiap siswa yaitu potensi Akhlak yang baik. Jadikanlah itu sebagai pondasi yang akan menopang potensi yang lainya. Sehingga akhir yang diharapkan adalah ketika mereka menjadi teknokrat maka menjadi teknokrat yang berakhlak baik, menjadi dokter yang baik, dan menjadi profesional yang baik  lainnya.

gb56

Posted on 22 Oktober 2014, in Tulisanku and tagged , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Gagasan yang sangat inspiratif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: