Tulis apa yang kamu lakukan, lakukan apa yang kamu tulis, tularkan!


Itulah judul yang saya ambil ketika membuat artikel ini. Terinspirasi dari seseorang yang kesehariannya selalu membuat catatan kecil dari apa yang akan dia lakukan di hari itu. Catatan yang membuat kita lebih ‘rapi’ dalam menjalankan keseharian kita. Catatan yang menjadi ciri kita selalu merencanakan segala sesuatunya sebelum melaksanakannya. Karena, kegagalan dalam merencanakan adalah merencanakan kegagalan.

Banyak sekali media yang dapat kita gunakan sebagai ‘catatan’ Terutama dalam dunia TIK, contohnya blog (wordpress, blogger, dan lain-lain). Media ini  bisa kita gunakan sebagai alat berbagi tulisan kita. Misalnya berbagi tips dan trik, curhat, media pembelajaran, dan sebagainya.

P1070434

Terkait dengan penggunaan blog sebagai media pembelajaran, tentu kita sama-sama tahu betapa membantunya media ini. Blog bisa membantu kita sebagai pengajar untuk lebih cepat memberikan materi dan tugas. Ini saya alami ketika mengajar salah satu mata pelajaran produktif di salah satu SMK di Kabupaten Sukabumi. Salah satu blog yang digunakan yaitu wordpress. Blog ini saya fungsikan untuk membagi materi yang saya ajarkan pada hari itu sehingga ketika saya membuat tulisan maka otomatis akan terposting di media sosial lainya seperti twitter dan facebook. Begitupun dengan tugas yang akan diberikan kepada siswa. Kita tinggal menulisnya di salah satu postingan blog kita maka akan secara otomatis tersebar ke semua siswa yang telah menjadi “teman” kita.

siswa

Tak terkecuali penggunaan blog ini juga saya tularkan pada semua siswa. Mereka dituntut untuk mempunyai akun email, twitter, facebook dan blog. Ini saya rasakan manfaatnya dalam media pembelajaran ini. Banyak dari mereka yang lebih kreatif mengembangkan blognya. Kita juga lebih praktis untuk mengevaluasi tugas mereka karena kita bisa menilainya kapan saja dan dimana saja.

P1070433

Ternyata antusias mereka menyambut media pembelajaran ini sangat besar. Bahkan mereka gunakan untuk sesuatu yang baik yang tidak ada kaitannya dengan tugas sekolah. Sepertinya mencari materi pelajaran lain dan menyimpannya di tulisan blognya, saling berbagi dan berdiskusi tentang suatu materi, bahkan kadangkala dapat menemukan materi baru dari materi yang diajarkan di sekolah.

blog siswa

Media ini juga dapat melatih siswa untuk kreatif membaca dan menulis. Diawalai dari kesenangan mereka untuk menulis karena ketika menulis maka secara otomatis kita akan membaca. Banyak diantara mereka yang ketika belum mempunyai media sosial dan blog itu masih malas untuk membaca dan menulis. Tetapi ketika mereka terjun di dunia TIK, mereka bahkan lebih kreatif dari biasanya.

Apalagi jaringan internet yang lebih mudah dijangkau baik dari wifi maupun modem yang bisa digunakan kapan saja dan dimana saja. Tidak terbatas ruang dan waktu, mereka akan lebih leluasa menuangkan ide mereka.

uuitetaraganacom

Satu hal yang harus bisa kita lakukan sebagai pengajar adalah monitoring kegiatan mereka. Dengan alasan kemudahan akses informasi dan komunikasi, mereka akan tidak segan-segan juga membagikan hal-hal yang sedikit ‘negatif’. Untuk itu, kita harus bisa meyakinkan mereka akan fungsi yang sebenarnya dari media ini yaitu memberikan sesuatu yang baik. Perlu ditekankan kepada mereka juga bahwa ketika kita memberikan yang baik di dunia TIK, maka itu akan memberikan dampak yang baik pula bagi mereka. Begitu pula sebaliknya, ketika mereka memberikan ‘yang buruk’ di dunia TIK, maka itu akan berdampak buruk bagi mereka.

Kita sama-sama tahu adanya Undang-Undang ITE yang membatasi kita untuk selalu memberikan yang baik dan positif saja di setiap tulisan kita di internet. Ini bisa kita sampaikan juga pada siswa kita agar mereka sama-sama sadar tentang adanya Undang-Undang ini sehingga mereka bisa membatasi diri betapa ketika kita ‘lengah’ saja menulis sesuatu yang tidak baik maka mereka akan mendapatkan sanksinya.

Terlepas dari itu semua, mari kita sama-sama gunakan media ini dengan sebaik-baiknya. Gunakan untuk sesuatu yang positif dan bermanfaat. Ilustrasinya, pisau bisa membunuh, tapi juga bisa bermanfaat untuk membantu keseharian kita mengiris bawang, memotong daging dan sebagainya. Kita jangan salahkan pisau itu ketika ada kejahatan, tetapi introspeksi diri kita tentang seberapa baik kita menggunakan media ini. Terus berbagi! Tularkan !.

unduhan

Penulis : Irpan Syauri  ( irpansyauri.wordpress.com )

Pengajar di SMK PLUS AL-FARHAN Kec. Kadudampit Kab. Sukabumi

( http://www.smkplusalfarhan.sch.id )

Posted on 23 Oktober 2014, in Tulisanku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: